Untukmemutuskan dan mematikan lengkung listrik las dari benda kerja dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu : Cara pertama: - elektroda diangkat dan diturunkan sedikit kemudian di tarik keluar. 11 Jelaskan tentang macam-macam nyala api pada pengelasan acetelyne. 12. Jelaskan secara singkat proses terjadinya busur cahaya pada pengelasan busur listrik. 13. Apa keuntungan dan kerugian arah pengelasan pada las listrik, baik arah mundur maupun maju. Jelaskan 14. Apa saja fungsi Fluks pada las listrik dengan elektrode terbungkus? 15. Relayarus lebih dan arah: Dikonfigurasi dalam berbagai cara, ini menghentikan arus berlebih dari mengalir ke arah yang salah di sekitar sirkuit (biasanya dalam pembangkit listrik, distribusi, atau peralatan pasokan). Relay proteksi diferensial: Pemicu ini ketika ada ketidakseimbangan arus atau tegangan di dua bagian sirkuit yang berbeda. Arusyang digunakan untuk peralatan las sekitar 10 ampere sampai 500 ampere. Besarnya arus listrik dapat diatur sesuai dengan keperluan las. Untuk keperluan daya besar diperlukan arus yang lebih besar pula, dan sebaliknya. Mesin las arus searah (Mesin DC) Arus listrik yang digunakan untuk memperoleh nyala busur listrik adalah arus searah. KBRN Jakarta : Perusahaan Listrik Negara (PLN) hingga saat ini terus berupaya memberikan kemudahan bagi 24 juta pelanggan listrik kategori rumah tangga 450 Volt Ampere (VA). Pelanggan 450 VA mendapatkan listrik gratis begitu juga dengan 7 juta pelanggan kategori rumah MCBmerupakan kependekan dari Miniature Circuit Breaker (bahasa Inggris). Biasanya MCB digunakan oleh pihak PLN untuk membatasi arus sekaligus sebagai pengaman dalam suatu instalasi listrik. MCB berfungsi sebagai pengaman hubung singkat (konsleting) dan juga berfungsi sebagai pengaman beban lebih. MCB akan secara otomatis dengan segera . Menyalakan atau membuat nyala busur listrikUntuk menyalakan atau membuat nyala busur listrik perlu diperhatikan mesin las yang digunakan. Jika mesin las yang digunakan adalah mesin las AC, maka menyalakan dengan menggoreskan elektroda yang sudah terjepit pada penjepit elektroda, pada benda kerja yang sudah terhubung dengan kabel massa. Arah penggoresan elektroda membentuk busur atau seperti cara menggoreskan korek api, seperti terlihat pada gambar A, adapun cara menyalakan las DC dengan cara menggoreskanmenggunakan arah naik turun, seperti terlihat dalam gambar B, elektroda digerakkan lurus kebawah sampai menyentuh benda kerja lalu diangkat diameter nyala busur listrik terjadi, maka posisi elektroda harus tetap dijaga pada jarak tertentu dari benda kerja agar nyala busur listrik yang terjadi dapat menyala secara kontinyu. Selama elektroda menyala, maka elektroda akan berkurang sehingga jarak ujung elektroda panjang bus urnyala dengan benda kerja akan semakin renggang. Untuk menjaga agar panjang busur nyala permanen sama, maka pemegang elektroda wajib diturunkan secara perlahan - Busur ListrikSetelah satu bagian pengelasan selesai maka nyala busur listrik harus dimatikan. Cara mematikan nyala busur wajib hati - hati, lantaran mematikan busur nyala berarti mengakhiri proses pengelasan yg berada dalam ujung rigi ujung akhir pengelasan nir keropos dan terlalu tinggi atau rendah, maka cara mematikan nyala busur wajib sahih. Untuk menetapkan & mematikan lengkung listrik las menurut benda kerja dapat dilakukan menggunakan 2 cara, yaitu Cara pertama- elektroda diangkat dan diturunkan se dikit kemudian ditarik keluar. perhatikan gambarCara ke 2- elektroda diangkat sedikit dan diturun kan kembali sambil dilepas dengan cara mengayunkankekiri atas. lihat gambar Ulasan Tentang Cara Menyalakan Dan Mematikan Elektroda Yang Betul Untuk Las Busur Manual SMAW Ilmu Las Reviewed by Salwa on Mei 19, 2020 Rating 5 0% found this document useful 0 votes183 views45 pagesCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsPDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes183 views45 pages1 Las Busur ListrikJump to Page You are on page 1of 45 You're Reading a Free Preview Pages 8 to 11 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 15 to 19 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 23 to 38 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Page 42 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Susilo - 21090118140108 - Praktek Pengelasan C - Modul Teknik Penyalaan Busur Listrik Dan Menghentikan Busur Listrik Pada Las Smaw0% found this document useful 0 votes56 views8 pagesOriginal SUSILO_21090118140108_PRAKTEK PENGELASAN C_MODUL TEKNIK PENYALAAN BUSUR LISTRIK DAN MENGHENTIKAN BUSUR LISTRIK PADA LAS SMAWCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes56 views8 Susilo - 21090118140108 - Praktek Pengelasan C - Modul Teknik Penyalaan Busur Listrik Dan Menghentikan Busur Listrik Pada Las SmawOriginal Title SUSILO_21090118140108_PRAKTEK PENGELASAN C_MODUL TEKNIK PENYALAAN BUSUR LISTRIK DAN MENGHENTIKAN BUSUR LISTRIK PADA LAS SMAWJump to Page You are on page 1of 8 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 7 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Bila elektroda harus diganti sebelum pengelasan selesai, maka untuk menyambung pengelasan , busur perlu dinyalakan lagi, menyalakan busur kembali ini dilakukan pada tempat kurang lebih 25 mm di muka las berhenti lihat gambar. Elektroda digerakkan kebawah las dan diisi hingga sama besar dengan alur sebelumnya. Rangkuman Menyalakanatau membuat nyala busur listrik perlu diperhatikan mesin las yang digunakan. Memutuskan dan mematikanlengkung listrik las dari benda kerja dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu - elektroda diangkat dan diturunkan se dikit kemudian di tarik keluar. - elektroda diangkat sedikit dan diturun kan kembali sam-bil dilepas dengan cara mengayunkan kekiri atas. Menyalakan busur untuk menyambung pengelasan, dilakukan pada tempat kurang lebih 25 mm di muka las berhenti. Tes Formatif 1. Sebutkan dan jelaskan tiga gerakan elektroda pada waktu proses pengelasan? 2. Jelaskan dengan singkat cara menyalakan busur listrik? 3. Jelaskan dengan singkat cara memastikan nyala busur listrik? Kunci Jawaban Tes Formatif 1. a. Gerakan turun sepanjang sumbu elektroda, gerakan ini dilakukan untuk mengatur jarak elektroda dan benda kerja agar nyala busur listrik tetap. b. Gerakan ayunan elektroda, gerakan ini diperlukan untuk mengatur lebar alur las ya ng dikehendaki. c. Gerakan ayunan ke atas menghasilkan alur las yang kecil, sedangkan ayunan ke bawah menghasilkan alur las yang lebar. Penembusan las pada ayunan ke atas lebih dangkal dari pada ayunan ke bawah. 2. Menyalakan Busur Listrik. a. Dengan Cara Menggoreskan. Elektroda dipegang secara menyudut dan ujung elektroda digoreskan pada permukaan benda kerja, bisa dilakukan mesin las AC b. Dengan Cara Mengetuk Atau Menyentuhkan. Elektroda dipegang secara tegak lurus. Elektroda diketukkan/disentuhkan naikturun hingga terjadi busur listrik bisa digunakan pada mesin las DC. 3. Cara Mematikan Busur Listrik. a. Elektroda diangkat dan diturunkan sedikit dan diturunkan sedikit kemudian ditarik keluar. b. Elektroda diangkat sedikit dan diturunkan kembali sambil dilepas dengan cara mengayunkan kekiri atas.

jelaskan dua cara mematikan busur listrik